Bagaimana Cara Menanam Padi yang Baik dan Benar di Sawah Tanpa Penyakit Hama

Bagaimana cara menanam padi yang baik dan benar di sawah tanpa penyakit hama - Hal ini bukanlah hal yang asing lagi untuk para petani di Indonesia. Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris tentunya perlu banyak belajar mengenai cara menanam padi yang benar. Sehingga hasil panen padi menjadi baik dan melimpah, bebas dari hama penyakit.

Untuk mendapatkan hasil panen padi yang berkualitas, harus mengetahui metode budidaya tanaman padi yang baik dan benar sebagaimana teknik yang dilakukan pada budidaya dan perawatan tanaman mangga madu, atau teknik budidaya tanaman jagung manis yang baik dan benar.  Kesungguhan dalam melakukan budidaya harus dimiliki oleh para petani. Metode yang harus dilakukan sebelum meakukan proses menanam padi, perlu melakukan 3 tahapan berikut ini :

gambar cara menanam padi yang baik 2016
  1. Pengolahan tanah untuk menanam padi
  2. Pengolahan tanah menjadi hal pertama yang harus dilakukan petani padi. Lahan yang akan ditanami harus dibersihkan dari semua gulma, kemudian dilakukan penggemburan tanah dengan memberikan aliran air pada lahan. Saat tanah telah gembur maka lahan digenangi air 5-10cm di atas tanah dan dibiarkan selama 2 minggu. Hal ini bertujuan agar racun pada tanah netral dan tanah jadi berlumpur.
  3. Pemilihan bibit padi berkualitas
  4. Untuk mengetahui kualitas benih padi berkualitas maka bisa diketahui dari cara berikut:

    A. Rendam beberapa benih padi yang akan ditanam dalam air selama 2 jam
    B. Kemudian letakkan benih tersebut pada kain basah, perhatikan benih tersebut mengeluarkan kecambah maka benih tersebut memiliki kualitas baik.

  5. Penyemaian benih pada lahan
  6. Penyemaian benih padi dapat mempersiapkan lahan semaian benih padi yang berair dan seluas 500m2 untuk ukuran sawah yang hendak ditanami seluas 1 hektar. Taburkan pupuk urea dan TSP dengan perbandingan masing-masing 10 gram setiap 1 meter persegi lahan semaian. Tahap akhirnya dengan menyebarkan benih yang telah berkecambah secara merata pada lahan semaian.

Untuk proses penanaman padi yang baik dan benar dapat dilakukan seusai proses penyemaian dilakukan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat memindahkan bibit padi dari lahan penyemaian ke lahan tanam. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Ketika bibit padi telah berumur dua minggu maka bibit sudah siap ditanam pada lahan sawah. Selain itu, bibit siap tanam memiliki ciri terdapat dua hingga tiga helai daun.
  2. Penanaman bibit padi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu tunggal dan ganda. Pada setiap lubang tanam bisa ditanam satu atau dua bibit padi.
  3. Saat menanam bibit padi, akar diposisikan seperti membentuk huruf L supaya dapat tumbuh sempurna. Masukkan bibit pada kedalaman 1 hingga 1,5 cm.

Setelah semua bibit padi tertanam maka proses lanjutan yang dilakukan adalah penyiangan lahan. Hal ini sebagai upaya perawatan terhadap tanaman padi. Penyiangan ini dapat dilakukan setiap 3 minggu sekali. Tanaman padi terbebas dari tanaman pengganggu (gulma) dan bisa tumbuh dengan sempurna. Cara penyiangan menggunakan metode manual yaitu dengan cara mencabut gulma dengan tangan.

Mengenal Klasifikasi dan Morfologi (Oryza Sativa) Tanaman Padi

Setelah mengetahui cara menanam padi dengan benar, perlu juga mengetahui klasifikasi dan morfologi dari tanaman tersebut. Berdasarkan literatur Grist (1960) klasifikasi tanaman padi adalah:

Divisio spermatophyte
Sub divisio angiospermae
Kelas monocotyledoneae
Ordo poales
Family     graminae
Genus oryza linn
Species    Oryza Sativa L.

Sedangkan untuk morfologi atau susunan tanaman padi sendiri terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan juga buah.

Obat Hama Tanaman Padi Sawah untuk Perawatan dan Pemeliharaan

Salah satu upaya untuk menjaga kualitas tanaman padi agar tetap tumbuh subur maka tidak dapat lepas dari pemberian pupuk secara berkala. Berikut ini ada beberapa jenis pupuk yang digunakan untuk budidaya tanaman padi.

  1. Pemupukan pertama dilakukan saat umur tanaman padi 7 hingga 15 hari dengan menggunakan pupuk urea dan TSP dengan perbandingan 100;50 kg untuk setiap satu hektar sawah atau sesuai dengan keadaan tanaman.
  2. Saat padi berumur 25 hingga 30 hari diberikan pupuk urea sebanyak 50kg dan phonska  100kg untuk 1 hektar lahan.
  3. Pemberian pupuk urea dan Za dilakukan pada saat umur padi 40-45 hari dengan takaran 50:50 kg untuk seluas lahan 1 hektar.

Untuk mengatasi hama tanaman padi seperti tikus, wereng, belalang, dsb. sebaiknya gunakan cara alami dengan memelihara hewan pemangsa hama penyerang padi tersebut. bila ada ular sebaiknya tidak membunuhnya sebab dapat memangsa tikus sawah. Jika hal itu belum dapat mengatasi permasalahan hama padi maka dapat gunakan pestisida.

Dengan mengetahui bagaimana cara menanam padi yang baik dan benar di sawah tanpa penyakit hama akan membuat setiap hasil panen padi makin sempurna dan hasilnya melimpah. Kebutuhan makanan pokok akan beras di Indonesia akan bisa terpenuhi tanpa harus lakukan impor.

0 komentar

Poskan Komentar